Sambutan Ketua DSN-MUI dalam Ijtima’ Sanawi DPS LKS Se-Indonesia Tahun 2017

Sambutan Ketua DSN-MUI dalam Ijtima’ Sanawi DPS LKS Se-Indonesia Tahun 2017

Ijtima’ Sanawi kali ini merupakan Ijtima’ Sanawi yang ke-13 yang telah dilaksanakan oleh DSN-MUI dan merupakan agenda rutin tahunan DSN-MUI yang dimaksudkan sebagai event dimana setiap anggota DPS dapat bersilaturahim dan melakukan update terhadap masalah-masalah yang terkait dengan pengawasan syariah. Lebih jauh, Ijtima’ Sanawi dapat juga dijadikan wahana untuk saling berdiskusi tentang permasalahan yang dihadapi dalam melakukan pengawasan terhadap lembaga keuangan syariah.

MILAD KE-42, MUI Teguhkan Integrasi Nilai Keagamaan dan Kebangsaan

MILAD KE-42, MUI Teguhkan Integrasi Nilai Keagamaan dan Kebangsaan

Pada 26 Juli 2017, MUI memasuki usia ke-42 dengan komitmen kuat meneguhkan visi kebangsaan: agama sebagai penuntun bernegara, taat pada pemerintahan sah demi kemaslahatan umat, serta mendorong ekonomi syariah melalui KNKS dan arus baru menuju Jakarta pusat keuangan syariah dunia. MUI mengutuk agresi Israel terhadap Palestina serta mendesak PBB bertindak. Rangkaian Milad mencakup FGD Arus Baru Ekonomi Syariah bersama BI, Anugerah Syiar Ramadhan 2017, dan International Islamic Conference on Fatwa Studies (26-28 Juli 2017) bersama 150 akademisi untuk merefleksikan peran fatwa dalam kehidupan berbangsa. Acara puncak di Balai Sarbini dihadiri Presiden RI.

Perbedaan Syarikah al Milk dan Syarikah al ‘Aqd

Perbedaan Syarikah al Milk dan Syarikah al ‘Aqd

Ketika belajar Syirkah/Syarikah, khususnya saat belajar musyarakah mutanaqishah, sering muncul pertanyaan, apa perbedaan antara syarikah al milk dan syarikah al ‘aqd. Tulisan ini mencoba menjelaskan perbedaan keduanya.

Ilmu Ekonomi Islam: Rasionel Suatu Disiplin Baru

Ilmu Ekonomi Islam: Rasionel Suatu Disiplin Baru

Pesatnya kemajuan teknologi masa kini telah menjadikan dunia menyerupai sebuah desa kecil. Kendatipun kepesatan teknologi telah mampu mereduksi secara dramatis jarak antara berbagai belahan dunia, akan tetapi irionis sekali bahwa jurang pemisah hubungan antar manusia justru kian melebar. Dan kendatipun, di satu pihak, terdapat kemajuan dalam memberikan apresiasi terhadap perbedaan-perbedaan budaya, peradaban, tradisi dan gaya hidup kita tetap saja disuguhi berita-berita tentang pelanggaran HAM di mana-mana; tidak saja di negara-negara berkembang melainkan juga di negara-negara maju. Barangkali  inilah salah satu penyebab utama situasi umum di mana fenomena konflik merupakan ciri menonjol yang dominan dalam hubungan antar masyarakat manusia dewasa ini baik itu lokal, regional maupun internasional.