SOP Penerbitan Sertifikat

Setelah mempertimbangkan kesadaran pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang ditandai dengan banyaknya permohonan untuk mendapatkan Sertifikat Kesesuaian Syariah dan kapasitas Dewan Syariah Nasional yang dibentuk oleh Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga yang menangani masalah-masalah syariah yang berhubungan dengan aktivitas lembaga keuangan syariah, lembaga bisnis syariah, dan lembaga perekonomian syariah lainnya, maka Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menilai urgen untuk menetapkan SK yang berhubungan dengan Standar Operasional dan Prosedur Penerbitan Sertifikat Kesesuaian Syariah.

Salinan (PDF) Sila unduh Keputusan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia tentang Standar Operasional dan Prosedur Penerbitan Sertifikat Kesesuaian Syariah.

Kutipan Harian

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ . الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ . وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ . أَلَا يَظُنُّ أُولَـٰئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ . لِيَوْمٍ عَظِيمٍ . يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ .

"Celaka besar untuk orang-orang yang curang, (yaitu) mereka yang jika meminta ditakar dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan jika mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah mereka meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, di suatu hari yang besar, (yaitu) hari (saat) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam (untuk mempertanggungjawabkan kecurangannya)? (Q.S. Surat Al-Muthaffifin, 1-6)