Rekomendasi DPS

Ketentuan dan Tahapan Permohonan Rekomendasi DPS

  1. Berdasarkan Peraturan DSN-MUI No. PER-01/DSN-MUI/X/2017 tentang Dewan Pengawas Syariah (DPS) di Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Lembaga Bisnis Syariah (LBS), dan Lembaga Perekonomian Syariah (LPS):
    1. Setiap LKS, LBS, dan LPS harus memiliki sedikitnya 3 (tiga) orang anggota DPS, dan salah satunya ditetapkan sebagai Ketua.
    2. Dalam hal LKS, LBS, dan LPS masih memiliki kelolaan bisnis yang masih kecil, dimungkinkan jumlah DPS minimal 2 (dua) orang dan salah satunya ditetapkan sebagai Ketua.
  2. Calon DPS yang akan dimintakan rekomendasi ke DSN-MUI harus melengkapi beberapa persyaratan berikut:
    1. Surat pengantar dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat;
    2. Sertifikat Pelatihan Dasar Pengawas Syariah dari DSN-MUI Institute;
    3. Sertifikat Kompetensi Pengawas Syariah dari Lembaga Sertifikasi Profesi Mejelis Ulama Indonesia (LSP MUI). Kewajiban memiliki sertifikat LSP MUI dimaksud paling lambat satu tahun setelah rekomendasi DPS diterbitkan; dan
    4. Profil calon DPS (Daftar Riwayat Hidup dan KTP terbaru).
  3. Setelah persyaratan calon DPS dilengkapi, DSN-MUI akan mengundang calon DPS yang diusulkan untuk silaturahim dan wawancara.
  4. Hasil silaturahim dan wawancara sebagaimana angka 3 (tiga) di atas adalah menjadi dasar penerbitan rekomendasi DPS.
  5. Sebagai informasi, dalam rangka mempercepat layanan DSN-MUI, sejak tanggal 01 Maret 2020, DSN-MUI menetapkan bahwa surat-surat beserta lampirannya disampaikan dalam 2 (dua) bentuk, yaitu:
    1. Surat dari pemohon beserta dokumen lampirannya dalam bentuk fisik dikirim ke Sekretariat DSN-MUI dengan alamat Jl. Dempo No. 19 Pegangsaan Jakarta Pusat 10320; dan
    2. Surat dari pemohon beserta dokumen lampirannya dalam bentuk scan (format pdf) diemail ke Sekretariat DSN-MUI ke alamat email sekretariat@dsnmui.or.id dan dsnmui@gmail.com.
  6. Melengkapi dokumen tambahan, khusus permohonan rekomendasi DPS untuk:
    1. Fintech Syariah (unduh Checklist Persyaratan)
    2. Konversi BPRS (unduh Formulir Kelengkapan Data)

Kutipan Harian

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ . الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ . وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ . أَلَا يَظُنُّ أُولَـٰئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ . لِيَوْمٍ عَظِيمٍ . يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ .

"Celaka besar untuk orang-orang yang curang, (yaitu) mereka yang jika meminta ditakar dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan jika mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah mereka meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, di suatu hari yang besar, (yaitu) hari (saat) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam (untuk mempertanggungjawabkan kecurangannya)? (Q.S. Surat Al-Muthaffifin, 1-6)