Info

Dedikasi Untuk Negeri “Bi Corner” di Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia

POJOK BACA Bank Indonesia (BI Corner) adalah fasilitas membaca yang merupakan program sosial dari Bank Indonesia.

Alhamdulillah, pada bulan Desember tahun 2018 Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mendapatkan kesempatan untuk menerima fasilitas dari BI ini, dan DSN-MUI merupakan salah satu instansi yang terpilih oleh BI untuk mendapatkan fasilitas pojok baca sebagai program sosial nya .BI Corner merupakan fasilitas sarana prasarana membaca dan menambah wawasan kepada para tamu yang berkunjung ke DSN-MUI. Pada tanggal 17 Desember 2018 lalu, merupakan peresmian BI Corner yang dilakukan antara pihak DSN-MUI dengan BI Corner.

BI Corner ini memberikan fasilitas berupa buku bacaan mengenai ekonomi, keuangan dan keuangan syariah serta literasi fiksi dan ilmiah. Selain buku-buku yang diberikan oleh BI Corner ini, BI Corner juga menyediakan fasilitas berupa informasi mengenai BI dan keuangan berupa media audio visual, yakni memberikan dalam bentuk video yang semakin menambah wawasan Keberadaan BI Corner diharapakan kepada para pengunjung yang datang ke DSN-MUI dapat menikmati dan membaca setiap buku  yang sudah tersedia di BI Corner.
Adapun fasilitas yang didapat dari program BI Corner ini yaitu ratusan buku bacaan, smart tv (sebagai media edukasi melalui audio visual), seperangkat komputer, serta sofa untuk memberikan kenyamanan kepada pembaca.

Dengan hadirnya BI Corner di DSN-MUI ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi para pembacanya, baik dari lingkungan internal DSN-MUI maupun para pengunjung yang sedang bertamu ke DSN-MUI

Kutipan Harian

وهل أصبح الفكر الإنساني عقيمًا فلا يقدم الأدوات التي تخضع للشرع وتحقق المقصود دون مواربة أو التواء؟ والجواب على ذلك هو أن البديل موجود، ولكن ما ينقصنا هو إرادة الخلاص من الحرام، والتوجه إلى ما هو أقوم وأطهر وأسلم. (سامي حسن حمود يرحمه الله)

Apakah pemikiran manusia menjadi mandul sehingga tidak mampu menyediakan tools yang sesuai Syariah dan –dalam waktu yang sama- mampu merealisasikan keinginan mereka, tanpa harus berdalih?
Alternatif selalu ada. Yang kurang adalah goodwill untuk menghindar dari yang haram, menuju ke alternatif yang lebih lurus, lebih bersih serta lebih aman." (almarhum Sami Hasan Hamud)