MEMASYARAKATKAN EKONOMI SYARIAH & MENSYARIAHKAN EKONOMI MASYARAKAT

DSN-MUI

Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dibentuk dalam rangka mewujudkan aspirasi umat Islam mengenai masalah perekonomian.

VISI

Memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.

MISI

Menumbuhkembangkan ekonomi syariah dan lembaga keuangan/bisnis syariah untuk kesejahteraan umat dan bangsa.

Pengurus

DSN-MUI terdiri dari para pakar dengan latar belakang disiplin keilmuan ekonomi dan fiqh Islam, serta praktisi LKS dan perwakilan regulator.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Nomor 1 Tahun 2004 tentang
BUNGA (INTEREST/FA`IDAH)
PENTING

Sambutan Ketua DSN-MUI dalam Ijtima’ Sanawi DPS LKS Se-Indonesia Tahun 2017

Ijtima’ Sanawi kali ini merupakan Ijtima’ Sanawi yang ke-13 yang telah dilaksanakan oleh DSN-MUI dan merupakan agenda rutin tahunan DSN-MUI yang dimaksudkan sebagai event dimana setiap anggota DPS dapat bersilaturahim dan melakukan update terhadap masalah-masalah yang terkait dengan pengawasan syariah. Lebih jauh, Ijtima’ Sanawi dapat juga dijadikan wahana untuk saling berdiskusi tentang permasalahan yang dihadapi dalam melakukan pengawasan terhadap lembaga keuangan syariah.

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
DSN-MUI

LSP DSN MUI

DSN-MUI
INSTITUTE

DSN-MUI Institute

PANDUAN SERTIFIKASI KESESUAIAN SYARIAH UNTUK BADAN USAHA
Pola Acu (Template) Surat Permohonan & Daftar Periksa (Check-list) persyaratan

Kutipan Harian

وهل أصبح الفكر الإنساني عقيمًا فلا يقدم الأدوات التي تخضع للشرع وتحقق المقصود دون مواربة أو التواء؟ والجواب على ذلك هو أن البديل موجود، ولكن ما ينقصنا هو إرادة الخلاص من الحرام، والتوجه إلى ما هو أقوم وأطهر وأسلم. (سامي حسن حمود يرحمه الله)

Apakah pemikiran manusia menjadi mandul sehingga tidak mampu menyediakan tools yang sesuai Syariah dan –dalam waktu yang sama- mampu merealisasikan keinginan mereka, tanpa harus berdalih?
Alternatif selalu ada. Yang kurang adalah goodwill untuk menghindar dari yang haram, menuju ke alternatif yang lebih lurus, lebih bersih serta lebih aman." (almarhum Sami Hasan Hamud)